Wasir ternyata punya hubungan erat dengan bakteri usus, bukan cuma soal duduk terlalu lama atau mengejan saat BAB.
Jawaban singkat: Wasir atau hemoroid berkaitan dengan kebiasaan BAB, obesitas, dan komposisi bakteri usus di saluran cerna. Studi di Clinical and Experimental Gastroenterology (2024) dengan metode Mendelian randomization menemukan frekuensi BAB dan rasio lingkar pinggang-pinggul berefek kausal pada risiko wasir, serta ordo Burkholderiales di flora usus berhubungan signifikan. Riset di Frontiers in Microbiology (2024) pada 60 pasien wasir mengungkap mikrobiom wasir berbeda dari mikrobiom usus dan kulit, dengan Prevotella lebih tinggi pada wasir trombosis. Memperbaiki bakteri usus lewat serat dan prebiotik bisa membantu kelola risiko wasir.
Banyak orang mengira wasir cuma akibat duduk lama atau mengejan. Padahal, seperti taman yang butuh keseimbangan antara air, tanah, dan tanaman, usus butuh keseimbangan bakteri, serat, dan motilitas pencernaan. Kalau satu unsur kacau, risiko wasir naik. Artikel ini membahas enam fakta penting hubungan wasir dengan bakteri usus dan langkah yang bisa kamu lakukan.
6 Fakta Penting Hubungan Wasir dengan Bakteri Usus

- Frekuensi BAB memengaruhi risiko wasir secara kausal: studi Mendelian randomization menunjukkan OR 1,28 untuk peningkatan frekuensi BAB terhadap risiko wasir, artinya semakin sering pola BAB berubah, risiko naik.
- Rasio lingkar pinggang-pinggul (obesitas sentral) berkorelasi dengan wasir: lemak perut berlebih meningkatkan tekanan intra-abdomen dan aliran darah vena area anorektal.
- Ordo Burkholderiales di usus berhubungan kausal dengan wasir: peneliti mendeteksi efek kausal bakteri usus spesifik meski mekanisme pastinya belum sepenuhnya jelas.
- Mikrobiom wasir berbeda dari mikrobiom usus dan kulit: analisis PCoA menunjukkan profil mikrobiom jaringan wasir terpisah dari usus maupun kulit, dengan pengaruh Staphylococcus dari kulit.
- Prevotella lebih tinggi pada wasir trombosis: dua kasus wasir trombosis menunjukkan kadar Prevotella lebih tinggi dibanding wasir non-trombosis, mengisyaratkan peran inflamasi bakteri.
- Konstipasi reversibel memengaruhi wasir: analisis reverse Mendelian randomization menemukan wasir memiliki efek kausal pada konstipasi (OR 1,21), artinya keduanya saling terkait.
Kenapa Wasir Terkait dengan Bakteri Usus?
Kondisi ini terjadi saat pembuluh darah di anus dan rektum bawah membengkak akibat peningkatan tekanan dan peradangan. Bakteri usus memengaruhi motilitas pencernaan, produksi SCFA (short-chain fatty acids), dan integritas dinding usus yang mendukung aliran darah dan jaringan sehat di area tersebut.
SCFA, artinya asam lemak rantai pendek seperti butirat, asetat, dan propionat yang dihasilkan bakteri usus dari fermentasi serat. SCFA mendukung fungsi barrier usus, mengurangi inflamasi, dan memengaruhi motilitas. Dysbiosis, artinya ketidakseimbangan bakteri usus saat jumlah bakteri patogen atau pro-inflamasi melebihi bakteri menguntungkan.
Studi Mendelian randomization di Clinical and Experimental Gastroenterology menggunakan data GWAS dari ribuan partisipan dan menemukan ordo Burkholderiales secara genetik berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit wasir. Meski mekanisme belum sepenuhnya dijelaskan, temuan ini mendukung gagasan bahwa komposisi bakteri usus memengaruhi risiko wasir di samping faktor gaya hidup.
Peran motilitas dan sembelit
Motilitas usus, artinya pergerakan tinja di sepanjang saluran cerna. Saat motilitas lambat, feses menumpuk dan mengeras, memaksa mengejan saat BAB. Mengejan berulang meningkatkan tekanan vena di area anus dan memicu wasir. Bakteri usus yang sehat memproduksi SCFA yang merangsang kontraksi usus halus dan menjaga konsistensi feses ideal. Serat yang cukup memberi makan bakteri penghasil SCFA, sehingga motilitas lebih lancar dan risiko wasir turun.
Bagaimana Mikrobiom Wasir Berbeda dari Usus dan Kulit?

Mikrobiom jaringan wasir punya karakter unik dibanding mikrobiom usus maupun kulit. Ini penting karena menunjukkan kondisi ini bukan sekadar masalah mekanis, tapi melibatkan ekosistem mikroba setempat.
Studi di Frontiers in Microbiology menganalisis sampel dari 60 pasien wasir dan membandingkan dengan mikrobiom kulit serta usus. Hasil PCoA menunjukkan perbedaan nyata: mikrobiom wasir membentuk kluster terpisah. Distribusi Staphylococcus mengindikasikan pengaruh mikrobiom kulit pada jaringan wasir. Yang menarik, pada dua kasus wasir trombosis, kadar Prevotella lebih tinggi daripada wasir non-trombosis, mengisyaratkan Prevotella mungkin terlibat dalam proses inflamasi atau trombosis.
Meski bukti langsung menghubungkan bakteri usus dengan perkembangan wasir masih terbatas, pola ini mengarahkan pada pentingnya menjaga keseimbangan mikrobiom secara menyeluruh: usus, kulit, dan lingkungan anorektal.
Makanan Apa yang Bantu Kurangi Risiko Wasir?
Serat cukup, hidrasi baik, dan pola makan yang mendukung bakteri usus sehat adalah pilar utama mengurangi risiko wasir dan meringankan gejalanya.
| Hindari atau kurangi | Bantu kelola wasir |
|---|---|
| Makanan rendah serat (roti putih, nasi putih saja) | Oat, beras merah, quinoa (serat larut) |
| Duduk lama di toilet (lebih dari 5 menit) | Makanan fermentasi (tempe, yogurt, kimchi) |
| Minuman berkafein berlebihan tanpa cukup air | Sayuran hijau, wortel, brokoli, kacang-kacangan |
| Makanan ultra-proses dan rendah serat | Buah (pisang, apel, pepaya) |
| Kurang gerak dan duduk terus-menerus | Air putih minimal 2 liter per hari |
Serat untuk bakteri penghasil SCFA
Targetkan 25-30 gram serat per hari dari berbagai sumber. Serat larut (oat, kacang, buah) memberi makan bakteri usus yang memproduksi SCFA. SCFA mendukung motilitas usus yang sehat dan mengurangi sembelit yang memperburuk wasir. Hindari menambah serat secara tiba-tiba; tingkatkan bertahap selama 2-3 minggu supaya usus beradaptasi.
Hidrasi dan konsistensi feses
Kurang minum membuat feses keras dan sulit dikeluarkan. Minum air yang cukup melunakkan feses dan mempermudah BAB tanpa mengejan berlebihan. Kombinasi serat plus hidrasi adalah kunci mencegah dan mengelola wasir dari sisi bakteri usus dan motilitas.
Olahraga ringan teratur seperti jalan kaki juga merangsang motilitas usus. Hindari duduk terlalu lama di toilet; usahakan tidak lebih dari 5 menit. Kebiasaan duduk sambil menatap ponsel bisa memicu mengejan berlebihan tanpa disadari.
Kapan Perlu Suplemen atau Bantuan Ahli?

Kalau wasir sering kambuh meski sudah perbaiki pola makan dan serat, atau BAB berdarah berulang, pertimbangkan dukungan dari suplemen dan tenaga kesehatan.
GutReset mengandung probiotik beragam strain yang membantu menyeimbangkan bakteri usus dan mendukung motilitas pencernaan yang lebih lancar. Bakteri usus yang sehat memproduksi lebih banyak SCFA dari serat yang kamu makan, sehingga feses lebih lunak dan risiko mengejan turun. TummyZen dengan kunyit dan temulawak membantu meredakan inflamasi saluran cerna yang bisa memperburuk gejala wasir.
Konsultasi dokter diperlukan jika: perdarahan berat atau berlangsung lama saat BAB, wasir yang tidak membaik setelah perawatan mandiri, nyeri hebat, atau tanda infeksi (demam, pembengkakan parah). Dokter bisa menilai derajat wasir dan menyarankan prosedur medis bila perlu.
Terakhir diperbarui: Maret 2026.
Ringkasnya:
- Wasir terkait dengan frekuensi BAB, obesitas sentral, dan komposisi bakteri usus (ordo Burkholderiales).
- Mikrobiom wasir berbeda dari usus dan kulit; Prevotella lebih tinggi pada wasir trombosis.
- Serat, hidrasi, dan makanan fermentasi mendukung bakteri usus sehat dan motilitas yang mengurangi risiko wasir.
- Probiotik dan anti-inflamasi alami bisa membantu sebagai pendamping perawatan wasir dari dalam.
Baca Juga:
- Sembelit: 6 Solusi Alami Tanpa Obat Pencahar
- BAB Berdarah: 7 Penyebab Penting yang Wajib Kamu Tahu
- Ingin Usus Lebih Sehat? SCFA!
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah wasir bisa sembuh total dengan perbaikan bakteri usus?
Wasir derajat ringan sering membaik signifikan dengan perbaikan pola makan, serat, dan bakteri usus karena feses lebih lunak dan mengejan berkurang. Wasir derajat berat mungkin perlu evaluasi medis dan prosedur tertentu. Perbaikan bakteri usus tetap bermanfaat untuk mencegah kekambuhan.
Berapa lama bakteri usus memengaruhi gejala wasir?
Perubahan bakteri usus membutuhkan 4-8 minggu konsumsi serat dan probiotik rutin. Gejala wasir bisa mulai mereda dalam 2-4 minggu jika motilitas usus dan konsistensi feses membaik. Konsistensi lebih penting dari dosis besar sesekali.
Apakah wasir berdarah selalu berbahaya?
Perdarahan ringan dari wasir saat BAB umum terjadi dan sering berkurang dengan perbaikan pola makan. Tapi perdarahan yang banyak, berulang, atau disertai pusing dan lemas harus segera diperiksakan ke dokter untuk menyingkirkan penyebab lain.
Bagaimana hubungan antara sembelit dan wasir?
Sembelit memaksa mengejan saat BAB, meningkatkan tekanan vena di anus dan memicu wasir. Studi menunjukkan wasir dan konstipasi saling terkait secara kausal. Memperbaiki sembelit lewat serat dan bakteri usus sehat adalah langkah penting mengurangi risiko wasir.
Bolehkah minum probiotik saat wasir kambuh?
Probiotik umumnya aman dan bisa membantu menyeimbangkan bakteri usus sehingga motilitas dan konsistensi feses membaik. Bila wasir sangat nyeri atau ada luka terbuka, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menambah suplemen baru.